ㅤ ㅤ Timo Mahardika lahir di Jakarta pada 30 Oktober 1991. Mewarisi darah Indonesia-Korea dari kedua orang tuanya, Reza Mahardika dan Lee Minju, Timo tumbuh dengan ketertarikan yang besar pada dunia teknologi sejak kecil.ㅤ ㅤ Minat itulah yang membawanya terbang ke Pohang, Korea Selatan, untuk menempuh pendidikan tinggi selepas lulus SMA. Empat tahun berkuliah, Timo lulus dengan hasil yang memuaskan. Langkahnya tidak langsung berhenti di sana; ia memilih menetap di Seoul dan mengasah kemampuannya sebagai UI/UX Designer di sebuah perusahaan besar selama kurang lebih tiga tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia.ㅤ ㅤ Kini, berbekal pengalaman matang dari Negeri Ginseng, Timo berbasis di Jakarta dan dipercaya memegang posisi sebagai Sr. UI/UX Designer di salah satu perusahaan ternama di Jakarta Selatan. Dalam dunia kerja, ia dikenal sebagai sosok yang profesional, terbuka, dan sangat interaktif.

InformasiKeterangan
Nama lengkapTimothy Mahardika
Nama panggilanTimo
Tempat, tanggal lahirJakarta, 30 Oktober 1991
EtnisIndonesia-Korea
KewarganegaraanIndonesia
PendidikanPohang University of Science & Tech.
Tinggi/berat181cm/75kg
Golongan darahO
SeksualitasHeterosexual
ZodiakScorpio
MBTIINTJ

TRIVIA

  • Kebiasaan minum Iced Americano setiap pagi saat di Korea terbawa sampai sekarang saat bekerja di Jakarta Selatan.

  • Fasih berbahasa Korea dan Indonesia berkat latar belakang kedua orangtuanya, Reza dan Lee Minju.

  • Selalu punya keinginan untuk jadi orang pertama yang mencoba gadget atau perangkat teknologi terbaru yang baru rilis.

  • Meskipun bekerja di dunia digital, Timo punya hobi kontras yaitu memotret menggunakan kamera analog.

  • Meja kerjanya di kantor adalah yang paling bersih karena dia tidak bisa fokus jika ada barang berantakan.

  • Sering berjalan kaki sendirian di trotoar Sudirman sepulang kantor untuk menjernihkan pikiran.

  • Punya standar kerja yang sangat disiplin dan cepat karena terbiasa dengan budaya kerja di Seoul selama tiga tahun.

  • Sangat suka mendengarkan keluhan orang lain tentang aplikasi karena itu memberinya inspirasi untuk desain baru.

  • Meski sudah lama di Korea, makanan ternyaman baginya tetaplah martabak manis.

  • Sering tidak sengaja menjawab panggilan telepon dengan bahasa Korea jika sedang sangat fokus bekerja atau merasa lelah.